FUN Headline

FUN INDONESIA: Negeriku Berkarya

Indonesia adalah tempat yang harusnya menjadi saksi semua hasil karya kita yang bernilai. Di saat masih banyak kegelapan menyelimuti negeri ini, alangkah baiknya jika kita adalah orang2 yang memilih menyalakan lilin-lilin kecil kehidupan.

The Window of Opportunity

Dunia realita kehidupan kita sehari-hari juga mengalami turbulensi. Dunia yang setiap saat dapat saja membawa kita ke dalam sebuah perubahan yang mengejutkan dengan kecepatan yang tidak diduga. Bagaimana menyikapinya?

Bangkitnya Generasi Kreatif Indonesia

Hasil survey Ipsos, di awal 2012 pun menyatakan 75 persen orang Indonesia memilih menjadi lebih kreatif ketimbang lebih pintar sebanyak 25 persen.

Sekolah Kehidupan yang FUN

Stop galau pendidikan! Karena ada OBAT untuk atasi kecemasanmu akan pendidikan.

Nantikan "Work FUN Play Hard"

Buku terbaru karya Fun Master Soeganto Tan! Benar-benar FUN! Nantikan 20 Mei 2013 ini.

12/01/14

Membangun FUNtastic Brand dengan Humanity, Technology, dan Art.



Artikel FUN MASTER Academy seperti yang dimuat di Koran Sindo, 9 Januari 2014

Memasuki tahun baru 2014 ini, dunia dikejutkan sekaligus terinspirasi oleh sebuah video yang diunggah di You Tube berjudul “Stuck in Antartica: special New Year song”. Video itu berisi tarian dan nyanyian sekelompok penumpang kapal  Rusia, MV Akademik Shokalskiy di Antartika.  Menariknya 74 orang penumpang tersebut adalah para ilmuwan, turis, petualang, dan wartawan yang terjebak sejak Rabu 25 Desember 2013 diakibatkan lautan Antartika yang membeku. Sebenarnya bukan kali ini saja sebuah kapal terperangkap di Antartika. Namun peristiwa ini punya kekuatan dan keunikan sendiri jika kita kaitkan dengan filosofi sebuah brand.
 
Apa yang bisa kita pelajari dari kejadian tersebut? Dalam era kompetisi saat ini, pertarungan kompetisi antar brand begitu dahsyatnya. Dibanding seperempat abad lalu, mungkin perusahaan tidak terlalu sulit melakukan proses komunikasi brand nya, Dimana jumlah brand di pasar saat itu masih sedikit, artinya pilihan bagi konsumen juga terbatas tidak banyak alternatif. Hal yang sangat berbeda dengan pertarungan saat ini. Akhirnya banyak brand lama yang saat itu begitu mendominasi pasar dengan gagahnya, perlahan mulai tenggelam bahkan mati selamanya. Apa penyebabnya? Brand tersebut kehilangan energi. 

Kembali pada kasus 74 penumpang di atas, di saat mungkin banyak orang akan mengalami stress yang luar biasa bahkan perlahan hilang semangat untuk bertahan hidup jika mengalami kejadian serupa, mereka justru menemukan cara tersendiri untuk tetap bertahan. Kuncinya adalah menciptakan energi ceria terus-menerus. Ada sebuah hasil penelitian dari Dr.Madan Kataria pendiri The Laughter Club yang menarik: Laughing people are more creative people than serious people. They are more productive people.” Ini berarti dalam menghadapi tantangan apapun juga, sangatlah penting kita berusaha tetap ceria yang akhirnya justru mengembangkan kreativitas kita dalam berpikir dan bertindak.
Menurut penulis ada 3 unsur pencipta energi ceria, yaitu: Humanity, Technology, dan Art. Lihatlah bagaimana para penumpang memanfaatkan 3 unsur tersebut. Mereka yang terdiri dari berbagai bangsa saling menguatkan dan memberi motivasi satu sama lain (Humanity), mereka memanfaatkan teknologi komunikasi seoptimal mungkin dengan membuat video rekaman yang inspiratif yang akhirnya berhasil diunggah oleh Profesor Chris Turney dari Universitas NSW sang pimpinan ekspedisi ke internet pesawat China yang sedang terbang di atas lokasi kejadian (Technology), dan mereka bernyanyi sambil menari dengan gaya yang khusus (Art).

Harusnya banyak perusahaan akan mampu eksis di era globalisasi yang tidak anti krisis ekonomi ini, bila mereka mampu menggabungkan tiga unsur tersebut dalam mengkomunikasikan brand nya. Lihatlah juga bagaimana secara perlahan dan meyakinkan Korea Selatan lewat industri elektronik dan telekomunikasi nya mulai mengokohkan diri sebagai pemilik brand berkualitas dan menjadi top of mind. Ini tidak sekedar inovasi teknologi biasa, namun bagaimana pemerintah, pengusaha, dan masyarakatnya dengan cantik memainkan kombinasi dari 3 unsur tersebut Humanity, Technology, Art. Bukankah ada demam K-POP, wabah tarian Gangnam Style di balik laris manisnya penjualan produk-produk seperti Samsung, LG? 
 
Kata brand yang berasal dari kata kuno ‘brandr’ yang artinya ‘menyala’, harusnya menjadi daya tarik tersendiri yang mampu menampilkan keunikan dan kekuatan sebuah perusahaan. Meskipun makin banyak perusahaan di Indonesia yang menyadari arti pentingnya brand, tidak semua menyadari 3 unsur ‘brand energy’ tersebut. Tantangannya bagaimana cara mengkomunikasikan sebuah brand hingga brand tersebut berbicara dan benar-benar menjadi energi positif dan ceria melalui pelaku organisasi terlebih dahulu sebelum mampu memuaskan para konsumennya. Brand bukan sekedar logo, simbol yang menarik dari sebuah produk atau perusahaan. Ia harusnya hidup dan ‘menyala’ melalui para pelaku bisnisnya termasuk semua karyawannya. Ya, kemenangan brand saat ini tidak bisa terlepas dari unsur budaya. Dan budaya itu sendiri harus menyenangkan.  
FUNtastic brand comes from FUN Culture !!! Play it !!

11/12/13

Belajar jurus Navigated Attitude dari PJ Sutradara The Hobbit

Artikel kali ini bersamaan dengan mulai beredarnya film Hobbit "The Dessolation of Smaug", yuk kita simak jurus unik sang Sutradara Peter Jackson (P.J.). Sesuai dengan 18 jurus formula FUN MASTER, maka P.J. adalah sosok yang mewakili jurus ke-6 Navigated Attitude, dengan ciri-cirinya: mau mengambil resiko demi menyelaraskan kembali pada tujuan akhir yang lebih baik.






Seringkali kita tidak berani dan malas mengambil tindakan untuk menyelaraskan pada tujuan akhir, karena merasa “terlalu mahal” untuk berubah buat sesuatu yang sudah dilakukan. Namun hal ini tidak berlaku bagi tokoh NAVIGATED Attitude kita, Peter  Jackson (P.J.). Tidak seorangpun saat ini meragukan kepiawaian sutradara asal New Zealand kelahiran 31 Oktober 1961 ini. Prestasinya yang sangat dramatis ketika film besutannya “Lord of The Rings (LOTR): The Return of The King” berhasil memenangkan 11 kategori Academy Awards (OSCAR) dari 11 nominasi yang dicalonkan. Suatu prestasi yang hanya bisa disamai oleh Film “Ben Hur” dan “Titanic”.



Saya memiliki opini tersendiri terkait dengan kemenangan P.J. ini. Memang LOTR adalah salah satu film terfavorit saya selama ini, sehingga secara khusus saya meluangkan waktu mengamati apa sebenarnya yang sudah dilakukan P.J. melalui Trilogi LOTR tersebut. Lewat 6 buah kaset DVD spesial “LOTR: Behind The Scene” berisi proses casting pemain, desain kostum, penentuan dan setting lokasi lebih dari 150 area di daratan New Zealand, termasuk perjalanan syuting film selama 438 hari nonstop (11 Oktober 1999-22 Desember 2000)-yang merupakan sejarah baru dari pembuatan film trilogi yang langsung dibuat simultan tanpa jeda waktu, hingga pembuatan special effect nya semua begitu memukau dan sangat terasa bagaimana Peter Jackson benar-benar mengendalikan perjalanan syuting yang begitu panjang tersebut tetap pada orbitnya. Semua ini P.J lakukan untuk menjaga intensitas pembuatannya.   



Dan berkat sikap profesionalnya untuk selalu konsisten pada tujuan akhirnya ia berhasil menerjemahkan Novel karangan J. R. R. Tolkien (yang begitu kompleks dan imajinatifnya) menjadi gambar nyata yang begitu realistis dan kolosal. Akhirnya film yang berbiaya total  $285 juta tersebut (sekitar Rp 2.5 triliun)  dapat menghasilkan total pendapatan lebih dari $2.850 juta (10 kali lipat). Wow, benar-benar luar biasa! Dan hebatnya lagi di saat begitu banyak film trilogi mengalami penurunan kualitas pada film-film berikutnya, hal ini tidak terjadi dengan LOTR.  Di antara semua keberhasilan tersebut, ada satu peristiwa yang menarik di saat pembuatan sosok Gollum. Saat pembuatan “LOTR: The Two Towers”, sebenarnya sosok Gollum telah diselesaikan pembuatan versi CGI (computer-generated imagery) nya, hanya perlu mencari pengisi suara yang cocok. Hingga akhirnya datanglah Andy Serkis aktor kelahiran Inggris sebagai kandidat pengisi suara Gollum. Namun apa yang diputuskan Peter Jackson berikutnya adalah salah satu keputusan terbesar yang pernah diambilnya sepanjang karier penyutradaraannya. P.J. berani mengambil resiko untuk mengubah total sosok Gollum yang sudah ada, begitu ia melihat begitu ekspresifnya Andy Serkis menampilkan mimik dan gerakan Gollum di saat sebenarnya ia didaulat hanya sebagai pengisi suara. Sampai saat ini dunia perfilman mengakui penokohan karakter Gollum sebagai salah satu yang paling brilian dalam sejarah perfilman dunia.



Begitu berarti dan pentingnya kita selalu menerapkan jurus NAVIGATED Attitude, lewat apa yang dilakukan Peter Jackson kita dapat mempelajari manfaat pengendalian diri  pada orbital naskah impian yang telah kita susun. Peter Jackscon tetap setia menavigasi dirinya sehingga selalu mampu memberikan karya terbaik bagi para penonton film hasil karyanya. Lihat saja film-filmnya yang lain seperti King Kong, The Lovely Bones dan tentu saja The Hobbit

Bagaimana dengan kita? Tentunya sangat menarik perjalanan hidup ini, bila kita mampu bermain dari satu level ke level berikutnya yang lebih tinggi......Selamat mengevaluasi perjalanan sepanjang tahun 2013..........