23/02/12

INDONESIA harus siap menjadi "KAYA"

Malam ini kembali terjadi luapan energi yang begitu luar biasa utk melihat Indonesia Ceria. Setiap saya bertemu seseorang yang memiliki Visi yang sama, terasa bahwa energi perasaan saya bagaikan di"recharge" dengan kondisi High Voltage. Baru saja saya ngobrol santai dengan seorang Pimpinan Redaksi Majalah Bisnis terkemuka di Indonesia. Pembicaraan kami begitu asyiknya, dan sama-sama diwarnai keyakinan bahwa pasti ada perubahan positif utk bumi pertiwi ini. Ya, Indonesia yang begitu kaya dengan hasil alam dan warna-warni budayanya, bahkan harusnya saat ini membuat "iri"negara-negara lain yang tak seelok kita dari "sono"nya. Namun dilahirkan dalam kondisi "kaya" bukan selalu berarti siap menjadi "kaya", dan akhirnya tidak berarti pula mampu menjadi "kaya".


Ya, begitu banyak sebenarnya fakta-fakta yang menunjukkan bahwa bangsa kita masih belum siap menjadi "kaya". Berbagai berita kasus degradasi moral, kolusi, korupsi, kekerasan seolah-olah menjadi suguhan tontonan wajib yang malahan terkesan makin dieksploitasi sebagai "hiburan" baru bagi negeri ini. Menyikapi semua ini, saya pribadi selalu memiliki keyakinan positif, bahwa selalu ada Momentum untuk berubah menjadi lebih baik. Suara hati saya selalu mengatakan, kelak Indonesia pasti CERIA. Karna itu saat mendengar pertama kalinya Visi Indonesia 2030: dilontarkan oleh Yayasan Indonesia Forum-tahun 2007, bahwa Indonesia mampu menjadi 1 dari 5 Negara kekuatan ekonomi terbesar di dunia, hati saya makin tertantang. Sering kita mempersoalkan “content” apakah Impian itu mungkin dan masuk diakal, namun bagi saya pribadi mempersiapkan “process” menuju ke sana lah yang menjadi bagian terpenting.


James Canton dalam bukunya “The Extreme Future”, menegaskan 1 dari 10 tren terbesar di masa depan adalah The Future of the Individual. Sebagai contoh: apa yang dapat kita lihat dari daftar peringkat orang-orang terkaya di dunia saat ini? Tahun 2010 saat Forbes kembali merilis daftar 1000 orang dengan tingkat penghasilan terbesar di dunia, memang cukup banyak nama baru dari daftar 1000 nama tersebut, namun ke-5 nama terdepan ditempati orang-orang yang sama dalam beberapa tahun terakhir. Carlos Slim Helu (Mexico), Bill Gates (USA), Warren Buffett (USA), Muskesh Ambani (India), dan Lakshmi Mittal (India). Apa yang menarik dari orang-orang dengan posisi kekayaan terbesar tersebut?
·      2 dari 5 orang terkaya adalah orang berkebangsaan India, uniknya India termasuk Negara dengan jumlah penduduk tertinggi kedua di dunia namun dengan tingkat kemiskinan cukup tinggi pula. Muskesh dan Lakshmi membuktikan bahwa begitu besarnya kekuatan individu selama mereka mampu mengoptimalkan energinya di kondisi Negara apapun juga.
·        Energi adalah barang yang makin langka dan mahal di dunia saat ini. Dan dari deretan orang-orang terkaya tersebut banyak dari mereka bermain di sektor energi. Begitu besar peranan energi bagi dunia!

Akhirnya saya membayangkan sebuah Dunia impian. Dimana semua manusia bahagia di dunia itu, tidak ada kemiskinan, dan tertutup peluang orang melakukan kejahatan. Dunia begitu indah dan damai, dan itu tercipta karena semua insan mampu berkontribusi yang terbaik sesuai bidangnya. Menjadikan sebuah bangsa menjadi besar harusnya dapat dimulai dengan memperbesar peranan dan energi masing-masing individu warganya, tak terkecuali Indonesia. Dan inilah momentum bagi kita untuk menjadi bangsa yang siap “kaya”, karna kita memiliki keuntungan BONUS DEMOGRAFI (jumlah angkatan kerja kita jauh lebih besar dari usia ketergantungan) dalam beberapa tahun mendatang ini. Tantangannya adalah menemukan sebuah proses percepatan untuk bersama mempersiapkan Generasi Muda kita menjadi generasi yang siap “kaya” dan mampu menjadi “kaya”. Yang diartikan sebagai berikut:
·    Menjadi kaya dalam “karya” sangat lebih menyenangkan daripada sekedar kaya materi.
·     Mengalami sebuah proses percepatan menjadi kaya, sangatlah lebih menyenangkan daripada segala sesuatu yang instan dan tidak jelas pondasinya.
·        Dengan memulai mencari dan menemukan Identitas kita dalam berkarya, memberikan peluang lebih besar untuk menghasilkan “mahakarya” (masterpiece).
·      Setiap Anak Bangsa memiliki peluang yang sama, untuk memulai berlomba secara positif menginvestasikan potensi terbesarnya dalam pilihan Identitas karirnya. Ini juga menegaskan setiap orang dilahirkan “special” dengan maksud dan panggilan hidup yang “special”.
·       Semakin kita memahami Hukum Kekekalan Energi, makin terbuka kesempatan kita menjadi orang yang memenangkan kehidupan ini. (lebih jauh ttg Hukum Kekekalan Energi kaitannya dengan konsep KESUKSESAN tunggu tulisan artikel berikutnya). Atau dapat dibaca dalam buku MASTER 18 terbitan Elex Media Komputindo.

Bersama kita membangun INDONESIA CERIA……salam FUN MASTER!